JAKARTA, HALOBANTEN.COM – Drama panas terjadi di rapat koordinasi KPK-Pemerintah Daerah di Ancol, Jakarta! Wakil Ketua KPK, Johanis Tanak, sontak bikin geger seisi ruangan. Gimana enggak? Di hadapan para pejabat daerah, beliau sampai emosi gara-gara denger keluhan mereka soal gaji yang katanya “enggak cukup”!
Awalnya, Johanis curhat soal banyaknya pejabat daerah yang keciduk KPK karena kasus korupsi. Dia pun nyeletuk, “Emang gaji kalian kurang ya?”
Eh, enggak disangka, para pejabat dengan santainya kompak teriak, “TIDAK CUKUP!”
Mendengar itu, Johanis langsung pasang muka serius dan dengan nada tinggi nyeletuk, “Kalau Bapak-bapak merasa tidak cukup, berhenti saja jadi pegawai! Enggak usah jadi pegawai, masih ada yang lain yang suka!” Wah, pedes banget kan?
Johanis heran bukan main. Masa iya, gaji yang udah segitu banyak, ditambah fasilitas kayak mobil, rumah, dan anggaran masih dibilang kurang? Padahal, kata beliau, di luar sana masih banyak rakyat jelata yang hidup pas-pasan. “Jangan cuma lihat ke atas, lihatlah ke bawah!” serunya.
Beliau juga mengingatkan, para pejabat itu ada di posisinya untuk membangun daerah, bukan buat memperkaya diri. Sindiran Johanis makin menusuk saat membahas soal “serangan fajar” alias praktik curang buat dapetin jabatan.
“Makanya jangan pakai-pakai serangan fajar buat dudukin jabatan itu. Pakai iman, integritas yang berkaitan dengan iman!” tegasnya.
Sontak, seluruh hadirin di ruangan langsung ngasih tepuk tangan meriah. Setuju banget sama omongan Pak Johanis!
Gimana nih menurut kamu? Kira-kira, pejabat yang ngeluh gaji itu beneran kekurangan atau cuma mata duitan aja? Tulis pendapatmu di kolom komentar! (*/bbs)

























