HALOBANTEN.COM – Maraknya orderan fiktif kembali dikeluhkan para pengemudi ojek online, terutama pada layanan pesan-antar makanan. Praktik tersebut dinilai merugikan karena membuat pengemudi kehilangan waktu, tenaga, serta berpotensi mengurangi pendapatan yang seharusnya mereka peroleh dari pesanan yang valid.
Salah seorang driver bernama Usman mengatakan kasus orderan fiktif belakangan ini semakin sering terjadi. Menurutnya, kondisi tersebut membuat banyak pengemudi harus lebih berhati-hati saat menerima order dari aplikasi.
“Iya lagi marak banget orderan fiktif akhir-akhir ini,” ujar Usman, driver ShopeeFood.
Pesanan Makanan Paling Sering Mengalami Orderan Fiktif
Usman menuturkan, kasus seperti ini paling sering ditemukan pada layanan pemesanan makanan. Pengemudi biasanya baru menyadari pesanan tersebut bermasalah setelah tiba di lokasi pengantaran atau ketika mencoba menghubungi pelanggan.
“Biasanya orderan food yang banyak fiktifnya,” katanya.
Menurutnya, kondisi tersebut cukup merugikan karena pengemudi sudah mengeluarkan waktu dan biaya perjalanan untuk menyelesaikan pesanan. Tidak jarang mereka juga harus berkoordinasi dengan pihak aplikasi untuk melaporkan kejadian yang dialami.
Driver Dapat Melaporkan Pesanan Bermasalah
Usman menjelaskan bahwa pengemudi dapat melaporkan akun yang terindikasi melakukan pelanggaran melalui fitur yang tersedia di aplikasi. Laporan tersebut nantinya akan ditindaklanjuti oleh pihak perusahaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Biasanya kalau yang bikin fiktif itu bisa dilaporin ke aplikasi,” ujarnya.
Ia berharap perusahaan penyedia layanan transportasi online terus meningkatkan sistem keamanan dan pengawasan agar kasus serupa dapat diminimalkan. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memberikan rasa aman bagi para pengemudi yang bekerja setiap hari.
Maraknya pesanan palsu menjadi perhatian para driver karena dapat mengganggu operasional dan berdampak langsung terhadap pendapatan harian.
Para pengemudi berharap ada upaya yang lebih efektif untuk mencegah praktik tersebut sehingga layanan pesan-antar makanan dapat berjalan dengan lebih baik dan memberikan manfaat bagi seluruh pihak yang terlibat.
(LIF)
























