News » NASIONAL » NASIONAL

Demo Jakarta, Polisi Amankan Pisau dan Golok dari Peserta serta Sopir Ambulans

Jakarta, HALOBANTEN.COM — Demo Jakarta di kawasan Tosari, Jakarta Pusat, berujung temuan pisau dapur dan golok. Polisi mengamankan kedua senjata tajam tersebut saat aksi berlangsung, Selasa (18/8/2026).

Satgas Penegakan Hukum Polda Metro Jaya menemukan kedua benda itu setelah mencurigai sejumlah orang. Polisi kemudian membawa senjata tajam tersebut untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan, satu pisau berasal dari peserta aksi. Sementara itu, seorang sopir ambulans membawa sebilah golok.

BACA JUGA

“Satgas Gakkum menemukan satu bilah pisau yang dibawa oknum berinisial AM,” ujar Budi kepada wartawan.

Menurut Budi, petugas juga menemukan golok yang seorang sopir ambulans bawa saat demonstrasi. Polisi kemudian memeriksa kedua orang tersebut terkait temuan itu.

Polisi Dalami Alasan Membawa Senjata Tajam

Budi mengatakan polisi masih mendalami alasan kedua orang tersebut membawa senjata tajam. Namun, polisi telah memulangkan keduanya setelah pemeriksaan.

Keduanya juga masih berstatus sebagai saksi dalam penanganan perkara tersebut. Polisi belum menetapkan sangkaan pidana terhadap peserta aksi maupun sopir ambulans.

Berdasarkan pemeriksaan awal, AM membawa pisau dalam tas setelah mengikuti kegiatan kuliah kerja nyata. Polisi menduga pisau tersebut terbawa tanpa sengaja saat AM mengikuti demonstrasi.

Sementara itu, sopir ambulans membawa golok karena perusahaan membekali benda tersebut. Perusahaan ambulans asal Sukabumi memberikan golok saat perjalanan menuju Jakarta.

Polisi menyatakan sopir tersebut tidak menggunakan golok untuk kepentingan lain selama aksi. Meski demikian, petugas tetap mengamankan benda tersebut untuk pemeriksaan.

Polisi Minta Massa Tidak Bawa Sajam

Budi menegaskan senjata tajam tidak boleh berada dalam area penyampaian pendapat. Polisi juga meminta peserta aksi mematuhi aturan selama demonstrasi berlangsung.

Menurutnya, keberadaan senjata tajam dapat membahayakan petugas, peserta, serta masyarakat sekitar. Karena itu, peserta harus menghindari benda berbahaya selama menyampaikan aspirasi.

Polisi juga mengapresiasi pemberitahuan aksi yang sebelumnya masuk melalui Polres Metro Jakarta Pusat. Pemberitahuan tersebut membantu petugas menyiapkan pengamanan selama demonstrasi.

“Kita sama-sama membuat suasana penyampaian pendapat ini tertib, aman, dan nyaman,” kata Budi.

Polisi berharap peserta tetap menjaga ketertiban pada aksi berikutnya. Dengan demikian, masyarakat dapat menyampaikan aspirasi tanpa mengganggu keamanan lingkungan sekitar.

(SUR/MAD)

BERITA LAINNYA