Bandara Soetta, HAlOBANTEN.COM -;Seiring dengan meningkatnya kasus monkeypox di berbagai negara, Pihak Bandara Soekarno Hatta (CGK) melakukan pengawasan ketat terhadap penumpang internasional.
Pengawasan itu berlangsung dengan cara berkolaborasi bersama Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Soekarno-Hatta dan berbagai instansi terkait lainnya.
Mereka akan selalu berkoordinasi dengan intensif untuk memastikan
adanya protokol penanganan kesehatan yang komprehensif, mulai dari deteksi dini hingga penanganan medis lanjutan.
Apabila di temukan suspect monkeypox di area kedatangan internasional akan di lakukan pemisahan penumpang yang terindikasi memiliki gejala monkeypox dengan penumpang lainnya.
Kemudian penumpang yang
diduga terinfeksi di arahkan ke ruang isolasi sementara yang telah tersedia di bandara.
Di ruang isolasi tersebut, penumpang itu akan menjalani pemeriksaan medis lanjutan oleh tim kesehatan yang selalu siaga 24 jam.
Jika penumpang tersebut terkonfirmasi memiliki gejala yang sesuai dengan monkeypox, ia akan segera di rujuk ke fasilitas kesehatan yang telah di tentukan oleh Kementerian Kesehatan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut sesuai dengan protokol yang berlaku.
Menambah Fasilitas Pengawasan
Untuk mencegah masuknya penyakit itu, Bandara Soekarno-Hatta bersama BBKK juga membuat posko monkeypox.
Berbagai fasilitas pendukung, seperti pemasangan thermal scanner yang berfungsi mendeteksi suhu tubuh penumpang secara real-time,
sudah di pasang di area kedatangan internasional Terminal 2 dan Terminal 3.
Untuk Terminal 2, terdapat dua unit thermal scanner dan di terminal 3 ada empat umit
Selain itu, para penumpang juga harus mengisi form swadeklarasi elektronik SATUSEHAT health pass saat berada di bandara keberangkatan.
Kemudian di Bandara Soekarno Hatta mereka diverifikasi oleh petugas kesehatan melalui laman (http://sshp.kemkes.go.id).
Proses screening inj berlaku sejak 29 Agustus 2024 di seluruh negara tanpa kecuali.
Menurut Senior Manager of Branch Communication & Legal Bandara Soekarno-Hatta, M. Holik Muardi, kesehatan dan keselamatan para pengguna jasa penerbangan adalah prioritas utama.
Karena itu, lanjutnya harus di
implementasikan dengan berbagai langkah proaktif untuk mencegah penyebaran virus monkeypox.
“Kami bekerja sama dengan BBKK dan berbagai pihak terkait untuk memastikan bahwa setiap penumpang yang memasuki Indonesia telah melalui proses screening yang komprehensif dan sesuai dengan protokol kesehatan .” katanya.
Holik juga menambahkan, pihaknya, mengimbau kepada seluruh penumpang internasional agar memastikan bahwa mereka telah memenuhi semua persyaratan perjalanan yang di perlukan. Termasuk pengisian SATUSEHAT health pass sebelum berangkat ke negara tujuan.
“Penting bagi kami untuk memastikan bahwa setiap penumpang yang tiba di Bandara Soekarno-Hatta telah mematuhi seluruh protokol kesehatan yang ada, agar kita dapat menjaga lingkungan bandara dengan aman bagi semua orang.” ujarnya
Selain itu, Holik mengajak seluruh pengguna bandara, agar menerapkan pola hidup sehat selama berada di area publik.
“Kedisiplinan dan kepedulian terhadap kesehatan diri sangat penting dalam upaya kolektif untuk mencegah penyebaran penyakit.” pungkasnya.(Cak)

























