Kabupaten Tangerang, HALOBANTEN.COM – Kondisi Jalan Raya Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, masih mengalami kerusakan parah pada sejumlah titik. Warga serta pengguna jalan menyampaikan keluhan karena kerusakan tersebut berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas dan mempercepat kerusakan kendaraan.
Sejumlah pengguna jalan menyebutkan permukaan jalan berlubang dan bergelombang membuat biaya perawatan kendaraan meningkat. Selain itu, risiko kecelakaan lalu lintas juga semakin tinggi, terutama saat hujan.
“Kendaraan cepat mengalami kerusakan dan biaya servis bertambah. Kondisi jalan seperti ini juga sangat rawan kecelakaan,” ujar Selamat (40), warga Kecamatan Pakuhaji.
Menanggapi keluhan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Tangerang memastikan rencana perbaikan lanjutan Jalan Raya Pakuhaji. Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansyah, menyatakan perbaikan fokus pada ruas jalan yang mengalami kerusakan berat sepanjang dua kilometer.
Iwan menjelaskan total panjang Jalan Raya Pakuhaji mencapai 8,41 kilometer. Pada tahun sebelumnya, perbaikan telah mencakup sekitar 6,41 kilometer. Sisa ruas sepanjang dua kilometer masuk dalam rencana penanganan tahun 2026 melalui anggaran murni daerah.
“Kerusakan berat hanya terjadi pada sekitar dua kilometer. Perbaikan untuk ruas tersebut masuk target pelaksanaan pada 2026,” kata Iwan.
Selain Jalan Raya Pakuhaji, Pemkab Tangerang juga menyiapkan program perbaikan jalan lain pada 2026. Salah satunya Jalan Raya Jati Talang, Kecamatan Sukadiri, yang menghubungkan Desa Buaran Jati, Gintung Pulo, dan Pulo Ceger.
Jalan Jati Talang memiliki panjang total sekitar 7,8 kilometer, dengan tingkat kerusakan mencapai kurang lebih tiga kilometer. Pemerintah daerah menargetkan perbaikan seluruh ruas yang rusak pada tahun yang sama.
Iwan berharap masyarakat turut menjaga kondisi jalan setelah perbaikan berlangsung. Ia mengimbau agar kendaraan bertonase berat tidak melintasi ruas jalan yang memiliki batas beban maksimal delapan ton atau kelas jalan 3C.
“Jika beban kendaraan sesuai kapasitas, usia jalan akan lebih panjang. Sebaliknya, muatan berlebih akan mempercepat kerusakan,” ujarnya.
Pemkab Tangerang juga mengajak masyarakat dan pengguna jalan untuk bersama-sama merawat infrastruktur jalan demi keselamatan dan kenyamanan bersama.
(Jar Kasih)

















