Oleh : Putri Amalia, Mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Pamulang (Unpam)

Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM – Di era modern, literasi seharusnya menjadi fondasi penting bagi kemajuan bangsa. Namun, ironisnya, tingkat literasi di Indonesia masih tergolong rendah.
Berdasarkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) tahun 2022, skor Indonesia hanya mencapai 64,48 dari skala 1-100.
Angka ini jauh tertinggal dibandingkan negara-negara Asia lain seperti Korea Selatan, China, dan Jepang. Rendahnya tingkat literasi di Indonesia disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah pemahaman masyarakat yang keliru tentang literasi.
Masih banyak yang menganggap literasi hanya sebatas membaca dan menulis. Padahal, esensi literasi adalah bagaimana individu memperoleh dan mengolah informasi untuk menjadikannya pengetahuan.
Literasi yang baik tidak hanya diukur dari kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga dari kemampuan memahami dan menganalisis informasi.
Di sinilah peran aktif pemerintah sangatlah penting. Diperlukan program-program menarik dan inovatif untuk menumbuhkan budaya literasi di semua kalangan masyarakat.
Program-program ini haruslah disesuaikan dengan minat dan kebutuhan masyarakat, sehingga dapat menumbuhkan rasa cinta membaca dan belajar.
Membangun budaya literasi sama dengan membangun bangsa. Literasi memiliki dampak yang luas dan signifikan terhadap kemampuan individu dan masyarakat. Masyarakat yang literat akan lebih kritis, kreatif, dan mampu berpikir mandiri.
Mereka juga akan lebih aktif berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbudaya, dan berkontribusi pada kemajuan ekonomi bangsa.
Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan literasi di Indonesia.
Pertama, meningkatkan akses terhadap bahan bacaan. Pemerintah perlu menyediakan akses yang mudah dan murah terhadap bahan bacaan berkualitas, baik dalam bentuk buku fisik maupun digital. Hal ini dapat dilakukan dengan membangun perpustakaan di berbagai daerah, menyediakan e-book, dan mengadakan bazar buku murah.
Kedua, membuat program literasi yang menarik. Program literasi haruslah dirancang dengan menarik dan inovatif, sehingga dapat menumbuhkan minat baca masyarakat. Contohnya, mengadakan lomba menulis, diskusi buku, dan festival literasi.
Ketiga, menjadikan literasi sebagai bagian dari kurikulum Pendidikan. Literasi haruslah diajarkan sejak dini kepada anak-anak. Hal ini dapat dilakukan dengan memasukkan materi literasi dalam kurikulum pendidikan di sekolah.
Keempat, meningkatkan peran keluarga dalam menumbuhkan budaya literasi. Orang tua perlu menjadi contoh bagi anak-anak dalam hal membaca dan belajar. Keluarga juga dapat menciptakan lingkungan yang kondusif untuk membaca, seperti menyediakan waktu membaca bersama dan menyediakan rak buku di rumah.
Meningkatkan literasi di Indonesia membutuhkan komitmen dan kerjasama dari semua pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun dunia pendidikan. Dengan upaya bersama, kita dapat membangun bangsa yang maju dan sejahtera melalui budaya literasi yang kuat. (Red)
* Isi artikel/opini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Redaksi HALOBANTEN.COM berhak menyunting judul dan isi naskah tanpa mengubah substansinya.

























