Jakarta, HALOBANTEN.COM – Debat Calon Presiden (Capres) ke lima atau debat terakhir, KPU akan menghadirkan 12 panelis.
Komisioner KPU August Mellaz mengatakan, pihaknya telah mengumumkan 12 panelis yang akan Menyusun pertanyaaan pada Debat Capres yang akan berolangsung pada 4 Februari mendatang.
Ke dua belas panelis tersebut antara lain, Profesor Doktor Aminuddin Syam.
Aminuddin Syam adalah Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin.
Dia juga menjabat sebagai Ketua Umum Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (PERSAKMI) Periode 2022-2026.
Panelis kedua adalah Rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta 2023-2027, Profesor Asep Saepudin Jahar.
Panelis ketiga adalah Bahruddin. Dia merupakan inisiator Komunitas Belajar Qaryah Thayyibah.
Bahruddin juga merupakan Anggota Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar dan Menengah (BAN PDM).
Panelis keempat adalah Damar Juniarto, Akademisi di UPN Veteran Jakarta.
Damar juga merupakan pendiri PIKAT Demokrasi dan Penasihat Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet).
Panelis berikutnya adalah Profesor Emiritus PM Laksono. Dia merupakan Guru Besar Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada.
Selanjutnya, Imam Prasodjo. Dia merupakan sosiolog di Universitas Indonesia.
Panelis ke tujuh adalah Onno Widodo Purbo, Ahli Teknologi Informasi/Wakil Rektor Institut Teknologi Tangerang Selatan.
Panelis ke delapan adalah Dra Reni Kusumowardhani, seorang Psikolog dari Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI).
Panelis berikutnya yakni Timboel Siregar, Sekretaris Jenderal Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI). Dia juga menjabat sebagai Koordinator Advokasi BPJS Watch.
Ke sepuluh adalah seorang aktivis disabilitas, Tolhas Damanik. Dia menjabat sebagai Penasihat Hak Disabilitas pada General Election Network for Disability Access (AGENDA).
Sebelas, Drs Tukiman Tarunasayoga MS. Tukiman adalah salah satu dosen Pascasarjana Program Penyuluhan Pembangunan pada Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Tukiman juga dsen Program Doktor Ilmu Lingkungan Universitas Katolik Soegijapranata Semarang.
Terakhir, Profesor Vina Adriany, Guru Besar di bidang PAUD dan Gender, Universitas Pendidikan Indonesia
(Red)
























