News » NASIONAL » Oknum Polisi Diduga Tipu Puluhan Wanita Buat Nutup Utang Pinjol? Netizen Ngamuk! 

Oknum Polisi Diduga Tipu Puluhan Wanita Buat Nutup Utang Pinjol? Netizen Ngamuk! 

SEMARANG, HALOBANTEN.COM Jagat maya lagi dibikin geger sama kasus yang melibatkan oknum polisi, Bripda Bagus Yoga Ardian dari Dit Samapta Polda Jateng. Namanya mendadak viral, tapi bukan karena prestasi, melainkan dugaan penipuan cinta massal! Korbannya? Konon puluhan wanita, bahkan ada yang sudah bersuami. Tujuannya? Buat nutupin jeratan utang pinjol! Serius ini?

Modus Rayuan Berujung Penjarahan Dompet
Bripda Bagus ini disebut-sebut enggak main kekerasan, tapi lebih ke main perasaan.

Bayangin, chat-chat rayuannya yang manis dan penuh janji-janji gombal sekarang tersebar luas di media sosial. Tapi di balik itu semua, kabarnya sih, ada agenda “jarah dompet” korbannya.

Yang bikin netizen makin naik pitam adalah screenshot salah satu chat yang diduga dari Bripda Bagus: “Aku udah tau kamu lapor, ga bakal nembus. Kalo uangmu ga banyak.”
Kebayang enggak sih gimana sakit hatinya?

Kalimat itu langsung jadi sorotan karena dianggap sebagai bentuk nyata rasa kebal hukum yang berlindung di balik seragam. Duh!

Kasus Meledak di X dan TikTok, Polda Jateng Langsung Turun Tangan!

Kasus ini pertama kali meledak di X (Twitter) lewat akun @viralinae, dan dengan cepat merembet ke TikTok. Enggak butuh waktu lama, netizen langsung ramai-ramai angkat suara, menuntut keadilan dan transparansi. Tekanan publik ini memang enggak main-main!

Pihak Polda Jateng pun langsung bergerak cepat. Mereka memastikan siap memproses kasus ini lewat Bidang Propam. Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Artanto, juga udah konfirmasi kalau Bripda Bagus lagi menjalani pemeriksaan intensif buat pendalaman lebih lanjut.

Bukan Sekadar Utang, tapi Soal Kepercayaan Institusi

Kasus ini jelas bukan cuma drama percintaan berujung utang. Ini udah masuk ranah penyalahgunaan wewenang dan manipulasi terhadap warga sipil. Dan yang paling penting, publik kini bukan cuma butuh klarifikasi, tapi tindakan nyata!

Karena kalau oknum bisa bebas “bermain” kayak gini dan berlindung di balik seragam, yang jadi taruhan itu bukan cuma nama pribadi oknumnya, tapi juga wajah institusi kepolisian di mata masyarakat. Kita tunggu saja, bagaimana kelanjutan kasus ini. Akankah ada keadilan bagi para korban? (*/bbs)