HALOBANTEN, – Sebagai negara agraris, Indonesia dianugerahi kesuburan tanah yang mendukung berbagai hasil bumi, terutama padi yang menjadi sumber pangan utama mayoritas penduduknya. Kerja keras petani di berbagai penjuru negeri serta kekayaan alam berkontribusi pada setiap butir nasi yang dikonsumsi.
Dari sekian banyak provinsi, beberapa di antaranya tampil sebagai kontributor utama produksi padi nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam lima bulan terakhir, lima provinsi mendominasi produksi padi di Indonesia, yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Selatan.
Hingga April 2025, Jawa Timur tercatat sebagai wilayah dengan produksi padi tertinggi di Indonesia. Provinsi ini berhasil mencatatkan angka produksi yang signifikan, melampaui provinsi lainnya.
Data terbaru mengungkapkan bahwa dalam lima bulan terakhir, Jawa Timur menghasilkan 548.567.947 ton padi. Jawa Tengah menyusul di posisi kedua dengan produksi 459.645.347 ton, dan Jawa Barat di urutan ketiga dengan 434.059.125 ton. Sulawesi Selatan menempati posisi keempat dengan produksi sebesar 238.877.823 ton, diikuti oleh Sumatera Selatan dengan 182.532.761 ton.
Pulau Jawa sendiri dikenal sebagai pusat utama produksi padi di Indonesia, di mana Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat memiliki keunggulan tersendiri dalam sektor pertanian padi.
Sementara itu, Sumatera Selatan menunjukkan potensi besar dalam mengembangkan pertanian padi, terutama di lahan rawa, dengan adanya dukungan berbagai program dari pemerintah.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Jawa Timur saat ini memegang posisi teratas sebagai daerah penghasil padi terbanyak di Indonesia pada tahun 2025. (*/bbs)































